[Malam Pertama Dan Adab Bersenggama]
-----------------------
Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Saat pertama kali pengantin pria menemui isterinya setelah aqad nikah, dianjurkan melakukan beberapa hal, sebagai berikut:

Pertama: Pengantin pria hendaknya meletakkan tangannya pada ubun-ubun isterinya seraya mendoakan baginya. Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda: yang artinya : Apabila salah seorang dari kamu menikahi wanita atau membeli seorang budak maka peganglah ubun-ubunnya lalu bacalah basmalah serta doakanlah dengan doa berkah seraya mengucapkan: Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan tabiatnya yang ia bawa. Dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan tabiat yang ia bawa. [1]

Kedua: Hendaknya ia mengerjakan shalat sunnah dua rakaat bersama isterinya.

Syaikh al-Albani rahimahullaah berkata: Hal itu telah ada sandarannya dari ulama Salaf (Shahabat dan Tabiin).

1. Hadits dari Abu Said maula (budak yang telah dimerdekakan) Abu Usaid.
Ia berkata: Aku menikah ketika aku masih seorang budak. Ketika itu aku mengundang beberapa orang Shahabat Nabi, di antaranya Abdullah bin Masud, Abu Dzarr dan Hudzaifah radhiyallaahu anhum. Lalu tibalah waktu shalat, Abu Dzarr bergegas untuk mengimami shalat. Tetapi mereka berkata: Kamulah (Abu Said) yang berhak! Ia (Abu Dzarr) berkata: Apakah benar demikian? Benar! jawab mereka. Aku pun maju mengimami mereka shalat. Ketika itu aku masih seorang budak. Selanjutnya mereka mengajariku, Jika isterimu nanti datang menemuimu, hendaklah kalian berdua shalat dua rakaat. Lalu mintalah kepada Allah kebaikan isterimu itu dan mintalah perlindungan kepada-Nya dari keburukannya. Selanjutnya terserah kamu berdua![2]

2. Hadits dari Abu Waail.
Ia berkata, Seseorang datang kepada Abdullah bin Masud radhiyallaahu anhu, lalu ia berkata, Aku menikah dengan seorang gadis, aku khawatir dia membenciku. Abdullah bin Masud berkata, Sesungguhnya cinta berasal dari Allah, sedangkan kebencian berasal dari syaitan, untuk membenci apa-apa yang dihalalkan Allah. Jika isterimu datang kepadamu, maka perintahkanlah untuk melaksanakan shalat dua rakaat di belakangmu. Lalu ucapkanlah (berdoalah):

Ya Allah, berikanlah keberkahan kepadaku dan isteriku, serta berkahilah mereka dengan sebab aku. Ya Allah, berikanlah rizki kepadaku lantaran mereka, dan berikanlah rizki kepada mereka lantaran aku. Ya Allah, satukanlah antara kami (berdua) dalam kebaikan dan pisahkanlah antara kami (berdua) dalam kebaikan. [3]

Ketiga: Bercumbu rayu dengan penuh kelembutan dan kemesraan. Misalnya dengan memberinya segelas air minum atau yang lainnya.

Hal ini berdasarkan hadits Asma binti Yazid binti as-Sakan radhiyallaahu anha, ia berkata: Saya merias Aisyah untuk Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam. Setelah itu saya datangi dan saya panggil beliau supaya menghadiahkan sesuatu kepada Aisyah. Beliau pun datang lalu duduk di samping Aisyah. Ketika itu Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam disodori segelas susu. Setelah beliau minum, gelas itu beliau sodorkan kepada Aisyah. Tetapi Aisyah menundukkan kepalanya dan malu-malu. Asma binti Yazid berkata: Aku menegur Aisyah dan berkata kepadanya, Ambillah gelas itu dari tangan Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam! Akhirnya Aisyah pun meraih gelas itu dan meminum isinya sedikit. [4]

Keempat: Berdoa sebelum jima (bersenggama), yaitu ketika seorang suami hendak menggauli isterinya, hendaklah ia membaca doa:

Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah, jauhkanlah aku dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari anak yang akan Engkau karuniakan kepada kami.

Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda: Maka, apabila Allah menetapkan lahirnya seorang anak dari hubungan antara keduanya, niscaya syaitan tidak akan membahayakannya selama-lamanya. [5]

Kelima: Suami boleh menggauli isterinya dengan cara bagaimana pun yang disukainya asalkan pada kemaluannya.

Allah Taala berfirman:

Artinya : Isteri-Isterimu adalah ladang bagimu, maka datangi-lah ladangmu itu kapan saja dengan cara yang kamu sukai. Dan utamakanlah (yang baik) untuk dirimu. Bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menemui-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang beriman. [Al-Baqarah : 223]

Ibnu Abbas radhiyallaahu anhuma berkata, Pernah suatu ketika Umar bin al-Khaththab radhiyallaahu anhu datang kepada Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam, lalu ia berkata, Wahai Rasulullah, celaka saya. Beliau bertanya, Apa yang membuatmu celaka? Umar menjawab, Saya membalikkan pelana saya tadi malam. [6] Dan beliau shallallaahu alaihi wa sallam tidak memberikan komentar apa pun, hingga turunlah ayat kepada beliau:

Isteri-Isterimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu kapan saja dengan cara yang kamu sukai [Al-Baqarah : 223]

-----------------------
Download ebook Aplikasi HP (Mobile), 3gp Islami, mp3
http://assalambook.as.funpic.org/
-----------------------
http://c.1asphost.com/sibin
http://ccc.1asphost.com/assalam