[ADAB (ETIKA) BAGI TAMU UNDANGAN PERNIKAHAN]
-------------

Bagi tamu undangan pernikahan, ada beberapa adab yang perlu diperhatikan, 

diantaranya :
1.Wajib memenuhi undangan walimah apabila tidak memiliki udzur (penghalang), seperti sakit, tempat tinggal yang jauh dan semisalnya. 
Sebagaimana sabda Nabi : 
Apabila salah seorang dari kalian diundang menghadiri acara walimah maka datangilah.
(HR Bukhari & Muslim).

2.Wajib memenuhi undangan walaupun sedang berpuasa, 
sebagaimana dalam sabda Nabi : 
Bila salah seorang dari kalian diundang untuk menghadiri jamuan makan, hendaklah ia memenuhi undangan tersebut. Jika tidak berpuasa hendaklah ia ikut makan dan jika sedang berpuasa hendaklah ia turut mendoakan.
(HR Muslim). 
Apabila puasa yang dilakukan puasa sunnah, maka ia boleh membatalkan puasanya. 

3.Berpakaian yang rapi dan sopan serta menutup aurat, terutama bagi kaum wanita.

4.Tidak mengajak orang yang tidak diundang oleh tuan rumah. Namun bagi yang tidak diundang dibolehkan meminta ikut kepada orang yang diundang apabila diyakini tuan rumah pasti mengizinkannya.

5.Meninggalkan acara walimah jika melihat kemungkaran dan kemaksiatan di dalamnya.

6.Mendoakan kedua mempelai dengan doa :
Semoga Alloh memberi berkah kepadamu dan kepada apa-apa yang diberikan-Nya kepadamu, serta semoga Alloh menghimpun kalian berdua di dalam kebaikan.
(HR Abu Dawud).

7.Mendoakan orang yang mengundang setelah selesai makan dengan doa :
Ya Alloh, ampunilah mereka, sayangilah mereka dan berilah berkah pada makanan yang telah Engkau berikan kepada mereka.
(HR Muslim).


Bersederhana di Dalam Sunnah Lebih Baik daripada Bermegah-Megah di Dalam Kemungkaran

Para pembaca yang budiman, sesungguhnya bersederhana di dalam segala hal namun selaras dengan sunnah adalah jauh lebih baik, lebih utama dan lebih berbarakah daripada bermegah-megah dan bermewah-mewah, namun menyelisihi sunnah dan berada di dalam kemungkaran.

Abdullah bin Mas'ud berkata : 
Bersederhana di dalam mengamalkan sunnah lebih baik daripada bersungguh-sungguh mengamalkan perbuatan bid'ah (perbuatan yang tidak terdapat contohnya dari Nabi ).

Oleh karena itu, apa gunanya acara pernikahan dilangsungkan apabila asas pelaksanaannya adalah penyimpangan dan kemungkaran-kemungkaran?!! 
Dimana letak barakah dan kesakralan suatu pernikahan, apabila Alloh murka dengan bentuk acara yang diselenggara-kan.

Ketahuilah wahai hamba Alloh, sesungguhnya SESUATU YANG DIAWALI DENGAN KEBURUKAN biasanya AKAN BERAKHIR PULA DENGAN KEBURUKAN, namun sesuatu yang diawali dengan kebaikan insya Alloh akan berakhir pula dengan kebaikan, baik dunia maupun di akhirat.


-------------
Download ebook Aplikasi HP (Mobile), 3gp Islami, mp3
http://assalambook.as.funpic.org/
-------------
http://c.1asphost.com/sibin
http://ccc.1asphost.com/assalam
-------------
Al-Qur'an Online + Tafsir + Asbabun Nuzul + Murottal
-------------
http://ccc.1asphost.com/assalamquran
http://ccc.1asphost.com/assalamtafsir
-------------
HIMBAUAN:
Risalah ini hanyalah satu usaha kecil dari sebuah proyek dalam penyadaran umat dan memberikan pemahaman yang benar dalam rangka pembinaan umat, sehingga ajaran Islam yang begitu kompleks dan luas TIDAK LAGI ASING DITENGAH-TENGAH UMATNYA SENDIRI, atau bahkan dihujat oleh umat Islam itu sendiri, karena umat yang salah dalam memahami atau mungkin ketidaktahuannya terhadap ajaran (agama)nya sendiri.
