[Hukum Mengadakan Walimah Yang Sederhana]
-------------

Assalamu'alaikum wr.wb. 

Pak Ustadz yang baik, Saya mempunyai anak perempuan yang rencananya akan dinikahkan akhir tahun ini. Meskipun keluarga kami cukup mampu untuk mengadakan resepsi di gedung dengan mengundang berbagai fihak (termasuk relasi), saya mempunyai prinsip ambil menurut syariat Islam saja (akad nikah & walimahan sederhana di rumah), melakukan penghematan dalam masa krisis ini (tidak berlaku boros & riya ingin dilihat orang sebagai orang mampu) dan tidak menyulitkan pihak yang diundang (mempersiapkan diri ke resepsi, mobil, angpow dll). Kenapa sich kita tidak mencoba mendobrak tradisi ini? Mendingan biaya untuk sewa gedung, catering dll. yang puluhan juta itu diberikan kepada anak untuk bekal hidupnya. Ini pikiran pragmatis saya. Tapi isteri dan anak saya tidak setuju, malu katanya kalau tidak di gedung dll. Bagaimana nasihat Ustadz menghadapi dilema ini, adakah dalil-dalil agama yang dapat saya gunakan untuk menyadarkan mereka? Terima kasih atas pencerahan dan keterangan agama dari Ustadz. 
Wassalamu'alaikum wr.wb.

Jawaban:  

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh
Alhamdulillah, Washshalatu wassalamu `ala Rasulillah, wa bad.

Wacana Anda itu sangat benar dan baik sekali. Dan kami kira banyak orang yang sejalan dengan hal itu. Meski memang masih sedikit orang yang secara sadar mau melakukannya. Barangkali karena terbawa oleh perasaan gengsi.

Benar bahwa Rasulullah SAW memerintahkan kepada Abdurrahman bin Auf ra untuk menyembelih seekor kambing. Namun tipe shahabat yang satu ini memang bukan tipe sembarangan. Beliau termasuk dalam deretan orang banyak duit alias orang kaya di Madinah. Sehingga menyembelih seekor kambing buatnya untuk sekedar mengundang makan-makan dalam sebuah walimah tentu sangat tidak ada beratnya. 

Sebab inti dari sebuah walimah itu adalah pengumuman atas sebuah pernikahan. Berikutnya adalah doa yang dipanjatkan kepada pasangan yang berbahagia. Selain tentu ada makanan yang dihidangkan sesuai dengan makna walimah secara bahasa. 

Sehingga melakukan resepsi pernikahan mungkin saja dengan makanan yang sederhana. Bahkan dahulu Rasulullah SAW pernah melakukan walimah hanya dengan dua mud gandum. Dua mud gandung berarti gandum sebanyak yang bisa dipegang dengan kedua tapak tangan. Riwayat bahwa Rasulullah SAW melakukan hal itu terdapat dalam hadits Bukhari. 

Intinya, tidak ada keharusan untuk melakukan acara walimah yang terlalu membuang-buang harta. Padahal makanan yang dihidangkan itu barangkali jauh lebih dibutuhkan oleh para fuqara dan orang-orang miskin. Sehingga jangan sampai makanan yang kita hidangkan dengan harga selangit itu justru dicap sebagai makanan yang paling buruk di sisi Allah SWT. Sebagaimana terdapat dalam hadits berikut ini. 

Dari Abi Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, Makanan yang paling jahat adalah makanan walimah. Orang yang butuh makanan itu (si miskin) tidak diundang dan yang diundang malah orang yang tidak butuh (orang kaya). (HR. Muslim) 

Inilah walimah yang paling jahat dan alangkah sedihnya bila orang-orang miskin malah tidak dapat tempat, karena si empunya hajat hanya mengundang mereka yang perutnya sudah buncit saja. 

Maka marilah kita biasakan membuat acara walimah meski pun hanya sederhana saja. Tidak perlu mengejar gengsi dan sebutan orang, juga jangan merasa menjadi dianggap pelit oleh orang lain. Kita keluarkan harta untuk walimah semampunya dan sesanggupnya. Kalau tidak ada, tidak perlu diada-adakan. Sebab yang penting acara walimahnya bisa berjalan, karena memang anjuran dari Rasulullah SAW.

Dan tentu akan menjadi sangat baik bila kita limpahkan makanan itu kepada mereka yang miskin, fakir, yatim, kesusahan dan kelaparan. Sebab harta yang kita keluarkan akan lebih berguna dan pahala dari Allah SWT tentu akan semakin besar. Bukankah kita lebih mengharap pujian dari Allah SWT ketimbang pujian dari tamu undangan? 

Disisi lain, orang yang membuang-buang harta atau berboros-boros tentu akan menjadi teman syetan. Sebagaimana firman Allah SWT : 

Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.
(QS. Al-Isra : 27)

Wallahu a`lam bish shawab
Wassalamu `alaikum Wr. Wb. 

www.syariahonline.com 


-------------
Download ebook Aplikasi HP (Mobile), 3gp Islami, mp3
http://assalambook.as.funpic.org/
-------------
Al-Qur'an Online + Tafsir + Asbabun Nuzul + Murottal
-------------
http://ccc.1asphost.com/assalamquran/
http://ccc.1asphost.com/assalamtafsir/
