[Saat Ta'aruf, Bolehkah Menanyakan Keperawanan Calon Istri?]
-------------

Assalaamu 'alaikum Wr. Wb.
Saya adalah seorang pemuda berumur 30 tahun dan belum menikah. Saat ini, saya ingin berkenalan dengan seorang gadis (Insya Allah pada minggu ini), dalam tahap perkenalan tersebut (taa'ruf) wajarkah bila kita bertanya kepadanya apakah dia masih perawan atau tidak (maksud dari pertanyaan ini adalah hanya untuk mengetahui kondisinya saja, tidak ada maksud lainnya, Insya Allah rahasianya terjamin).
Atas jawabannya dan sarannya saya mengucapkan terima kasih. 
Wassalaamu 'alaikum Wr. Wb. 

Jawaban:  

Assalamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulilahi Rabbil 'alamin, wash-shalatu was-salamu 'alaa Sayyidina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shahbihihi ajma'in, wa ba'du.

Menanyakan apakah seorang gadis masih perawan atau tidak sebenarnya susah-susah gampang di zaman sekarang ini. Susah karena bisa salah teknik dalam bertanya, bisa-bisa yang bersangkutan tersinggung. 

Kira-kira sama kasusnya dengan orang baik-baik yang tiba-tiba ditanya kepadanya, apakah dia pencuri? Kalau dia adalah orang baik, wajar saja bila spontan tersinggung, sebab pertanyaan itu meski hanya bertanya tapi ada terkandung kesan menuduhnya sebagai pencuri. 

Maka sebaiknya Anda perlu pikirkan terlebih dahulu cara bertanya yang paling etis, sopan dan penuh penghargaan, sebelum terlanjur melontarkannya. Sebab ini adalah masalah sangat-sangat sensitif, bahkan bila ditanyakan kepada keluarganya sekali pun.

Tapi lepas dari teknis dan cara bertanya, intinya memang boleh untuk menanyakan kegadisan calon istri. Dan itu adalah bagian dari ta'aruf yang punya landasan hukum yang kuat dalam syariat Islam.

Rasulullah SAW menganjurkan seorang calon suami untuk mengenal lebih dalam calon istrinya dalam arti yang positif. Islam tidak mengharapkan seseorang seolah membeli kucing dalam karung. Padahal istri adalah orang yang akan menjadi teman dalam jangka waktu yang amat lama bahkan seumur hidup. 

Bagaimana mungkin pemilihan calon itu istri dilakukan dengan mata tertutup. Bahkan sekedar membeli barang saja, kita diharuskan untuk teliti, cermat dan memeriksa dengan seksama sebelum melakukan akad, apalagi urusan menentukan pasangan hidup, bukan?

Anjuran untuk mengenal lebih dalam itu tercermin dalam kisah kejadian di masa Rasulullah SAW, ketika ada seorang sahabat beliau yang akan menikah tapi merasa tidak perlu mengenal lebih dahulu calon istrinya. 

Rasulullah SAW sapmai merasa harus memerintahkannya untuk melihat dulu calon istrinya itu, agar tidak menyesal akhirnya. 

Rasulullah SAW bertanya, 
"Apakah kamu sudah mengenalnya?". "Belum", katanya. 
"Apakah kamu sudah kenal keluarganya?". "Belum, katanya. 
"Pergi dulu, kenalan dan lihat". 
Rasulullah SAW bersabda, 
"Takhoyyaru linuthfatikum", 
maknanya 
"Pilihlah calon istri untuk air manimu". 
Lakukanlah seleksi untuk faktor embrio atau bahan manusia nanti sebab darah itu mengandung faktor keturunan dan faktor genetis.

Ta'aruf dalam rangka membentuk keluarga yang islami idealnya mencakup semua aspek, baik normatif ataupun yang sifatnya moral dan akhlak. 

Termasuk soal sosialnya, keturunannya, soal lingkungan dan mungkin juga soal pendidikan. 

Selain itu taaruf bisa saja terjadi antar dua keluarga, sebab pernikahan itu tidak sekedar mengintegrasikan dua manusia tetapi dua keluarga dengan adat istiadat dan pola hidup masing-masing. 

Selain itu juga tidak lupa aspek medis, sebab ada orang yang mungkin darahnya atau organ apanya terpengaruh atau kecanduan sesuatu. Baik AIDS atau NAZA dan sebagainya. 

Kesimpulannya, materi pertanyaan itu boleh ditanyakan tetapi harus hati-hati dalam menyampaikannya. Mungkin dengan bahasa yang lebih halus dan tidak terkesan punya niat kurang baik. 

Wallahu A'lam Bish-shawab
Wassalamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ahmad Sarwat, Lc.
www.eramuslim.com 


-------------
Download ebook Aplikasi HP (Mobile), 3gp Islami, mp3
http://assalambook.as.funpic.org/
-------------
Al-Qur'an Online + Tafsir + Asbabun Nuzul + Murottal
-------------
http://ccc.1asphost.com/assalamquran/
http://ccc.1asphost.com/assalamtafsir/
