[KLASIFIKASI ORANG DI DALAM MELAKSANAKAN SHALAT]
*************
Orang yang selalu Menjaga Shalat-nya.
Yaitu dengan menunaikannya secara baik dan benar serta berjamaah di masjid. Ia segera memenuhi panggilan shalat ketika mendengar adzan, selalu berusaha berada di shaf terdepan di belakang imam. Di sela-sela menunggu imam, ia gunakan waktu untuk berdzikir, membaca Al-Quran hingga didirikan shalat. Orang yang melakukan ini akan mendapatkan pahala yang besar dan terbebas dari dua hal, yaitu dari api neraka dan dari nifaq, sebagaimana tersebut dalam hadits riwayat Imam at-Tirmidzi dari Anasz. 
*************
Orang yang Melakukan Shalat dengan Berjamaah namun Sering atau selalu Terlambat.
Ia selalu ketinggalan takbiratul ihram, satu atau dua rakaat dan bahkan sering datang pada waktu tahiyat akhir. Bagi para salaf ketinggalan takbiratul ihram bukanlah masalah kecil, sehingga mereka sangat perhatian agar tidak ketinggalan di dalamnya. 
*************
Orang Melakukan Shalat Secara Berjamaah karena Takut Orang Tua.
Mereka melakukan shalat dengan berjamaah karena mencari ridha orang tuanya, sehingga tatkala orang tuanya tidak ada di rumah atau sedang bepergian, maka ia tidak lagi mau berjamaah, lebih-lebih dalam shalat Shubuh. 
*************
Orang yang Tidak Pernah Shalat Berjamaah di Masjid.
Ia mendatangi masjid hanya sekali dua kali saja atau ketika Hari Jumat saja, mereka berdalil dengan pendapat sebagian orang yang mengatakan, bahwa shalat berjamaah itu bukan sesuatu yang wajib. Padahal Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam tidak memberikan rukhshah kepada seorang yang buta untuk shalat di rumah, maka selayaknya seorang muslim mendahulukan ucapan Nabinya. 
*************
Orang Melakukan Shalat Secara Asal-asalan.
Yaitu tidak menyempurnakan rukuk, sujud serta rukun-rukun dan kewajiban yang lain. Dalam shalatnya ia tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali, bahkan mungkin hanya sekedar ikut-ikutan shalat dan gerak saja. 
*************
Orang yang Melakukan Shalat sesuai Syarat dan Rukunnya, namun Ia Tidak Menghayati dan Mengerti.
Ia melakukan shalat dengan raga-nya secara baik, akan tetapi pikirannya mengembara dalam urusan dunia, hatinya pun tidak tertuju pada apa yang sedang ia kerjakan saat itu.
*************
Tidak tumaninah dalam sholat
*************
Tumaninah adalah diam beberapa saat sehingga tenang anggota badan. Para ulama memberi  batasan sekedar waktu yang diperlukan untuk membaca tasbih. Misalnya dengan tidak meluruskan punggung saat ruku dan sujud,  tidak tegak ketika bangkit dari ruku dan sujud, semuanya merupakan kebiasaan yang sering dilakukan oleh sebagian kaum muslimin, apabila seseorang melakukan hal tersebut maka tidak sah sholatnya, Rasulullah r bersabda: "Tidak sah sholat seorang, sehingga ia meluruskan punggungnya ketika ruku dan sujud" (H.R. Abu Daud 1/533, lihat Shahihul Jami hadits no. 7224).                                    

Rasullulah r menggabarkan diantara kejahatan pencuri yang paling besar adalah mencuri dalam sholat sebagaimana sabdanya :"Sejahat-jahat pencuri adalah orang yang mencuri dalam sholatnya" mereka (Sahabat) bertanya " bagaimana ia mencuri dari sholatnya? Beliau menjawab "tidak menyempurnakan ruku dan sujudnya" (H.R. Ahmad, 5/310 dan lihat Shahihul Jami hadits no. 997). Tak diragukan lagi, ini suatu kemungkaran, yang pelakunya harus dinasehati dan diperingatkan akan ancaman Allah dalam melakukan hal tersebut. 
*************
Mendahului Imam secara sengaja dalam sholat.
*************
Dalam sholat berjamaah sadar atau tidak sadar, banyak orang yang mendahului imam baik dalam hal ruku, sujud bahkan mendahului imam dalam salam, perbuatan ini dianggap remeh oleh sebagian besar umat Islam, oleh karena itu Rasulullah r mengingatkan dengan ancaman yang keras sebagaimana sabdanya: "Tidakkah takut orang yang mengangkat kepalanya sebelum imam, akan dirubah oleh Allah kepalanya menjadi kepala keledai" (H.R. Muslim).          
Para sahabat sangat berhati-hati sekali untuk tidak mendahului Nabi r. Salah seorang sahabat bernama Al-Barra bin Azib berkata: "Sungguh mereka (para sahabat) sholat dibelakang Nabi r, maka jika beliau  r turun sujud, saya tidak pernah melihat salah seorangpun yang membungkukkan punggungnya, sehingga Rasulullah r meletakkan keningnya diatas tanah, lalu orang yang ada dibelakangnya bersimpuh sujud (bersamaan) (H.R. Muslim), dan ketika Rasulullah r mulai uzur (lanjut usia) dan gerakannya tampak pelan, beliau r tetap mengingatkan orang-orang yang sholat dibelakangnya dengan sabdanya "Wahai sekalian manusia, sungguh aku telah lanjut usia, maka janganlah kalian mendahuluiku dalam ruku dan sujud (H.R. Al-Baihaqi 2/93 dan dihasankan oleh al-Albani dalam Irwaul Ghalil, 2/290)

*************
Al Imam Ahmad berkata, "Sesungguhnya kualitas keislaman seseorang adalah tergantung pada kualitas ibadah sholatnya. Kecintaan seseorang kepada Islam juga tergantung pada kecintaan dalam mengerjakan sholat. Oleh karena itu kenalilah dirimu sendiri wahai hamba Allah! Takutlah kamu jika nanti menghadap Allah Azza Wa Jalla tanpa membawa kualitas keislaman yang baik. Sebab kualitas keislaman dalam hal ini ditentukan oleh kualitas ibadah sholatmu." (Ibn al Qayyim, ash Sholah, hal 42 dan ash Sholah wa hukmu taarikihaa, hal 170-171)
*************
RISALAH ISLAM
website:
http://ccc.1asphost.com/assalam/
*************